Langsung ke konten utama

Postingan

Sang Penerus

Setelah acara latih tanding yang penuh warna dan cerita di padepokan tebing breksi Ki Satya dan keempat muridnya kembali ke padepokan lereng merapi untuk melanjutkan kehidupan rutin yang dijalanninya. Mereka berlatih ilmu kanuragan setiap hari di bawah bimbingan Ki Satya. Setelah peristiwa di tebing breksi, banyak anak muda yang mendaftarkan diri untuk menjadi murid Ki Satya dan belajar ilmu kanuragan di padepokan lereng merapi. Ki Satya gembira sekali dan semakin bangga dengan keempat murid-muridnya. 
Pada suatu malam Ki Satya memanggil keempat muridnya untuk mengobrol di pendopo padepoka. "Ada apa guru memanggil kami, adakah sesuatu yang penting?" tanya Adinata mewakili keempat adik seperguruannya. "Iya, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kalian" jawab Ki Satya. "Anak-anakku semua, terus terang saya sangat bangga dengan kemampuan kalian yang telah lama menimba ilmu disini. Dan dengan semakin banyaknya anak muda yang ingin berguru disini maka aku …
Postingan terbaru

Prahara Di Tebing Breksi

Pagi harinya pertandingan segera dimulai. Lebih tepatnya latih tanding. Karena sejatinya pertandingan ini bukan untuk mencari siapa menang siapa kalah, namun lebih ke pertandingan persahabatan saja, untuk meningkatkan paseduluran diantara padepokan-padepokan yang ada di tlatah Mataram. Yang akan bertanding pertama kali adalah Indraswari murid dari padepokan lereng merapi melawan Ambarwati dari padepokan tebing breksi. Kedua-duanya sama-sama cantik dengan pesonanya masing-masing. Keduanya segera bersiap menuju gelanggang yang telah dipersiapkan. Gelanggang untuk pertandingan terletak di depan Pendopo Padepokan Tebing Breksi. Adapun peserta yang lain menonton mengitari lapangan. Ada juga penduduk desa disekitar padepokan yang turut menyaksikan pertandingan karena memang diperbolehkan oleh Ki Adanu. Ki Satya beserta Ki Adanu, dan tamu undangan yang lain duduk lesehan di Pendopo  di atas tikar yang disediakan untuk menyaksikan jalannya pertandingan dari kejauhan sambil menikmati hidangan …

Auman Harimau Muda

Pada suatu hari yang cerah, di hutan di lereng gunung merapi, nampak sekitar 5 orang pemuda sedang belajar ilmu beladiri. Mereka adalah murid dari Ki Satya, pendekar sepuh dari lereng gunung Merapi yang terkenal dengan jurusnya kepalan geledek. Jurus kepalan geledek sendiri ada 10 tingkatan, tingkatan 1 adalah tingkat dasar dan tingkatan 10 adalah jurus pamungkas dari kepalan geledek. Ki Satya mempunyai 4 murid laki-laki yaitu Adinata, Bhadrika, Nismara, Wilalung, dan 1 murid perempuan bernama Indraswari.
Ki Satya memanggil murid-muridnya. "Adinata, Bhadrika, Nismara, Wilalung, Indraswari kemari semua". "Baik guru" jawab murid-murid Ki Satya serempak. Aku mendapat undangan dari perguruan sahabatku Ki Adanu untuk berlatih tanding. Ki Adanu terkenal dengan ilmu andalan perguruannya yaitu Tendangan Halilintar. Nah, kalian berlima saya suruh ikut latih tanding itu untuk menambah pengalaman. Namun sebelumnya aku ingin melihat kemampuan kalian terlebih dahulu" kata K…